Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)

Ekstrakulikuler Kelompok Ilmiah Remaja yang biasa disingkat KIR, adalah organisasi eskul yang bergerak dalam bidang penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi. Asal mula adanya KIR itu hasil dari konfersi anak-anak dunia (children of world conference) , yang diselenggarakaan UNESCO di generobe Perancis tahun 1963, salah satu hasilnya adalah “diperlukanya pendidikan IPTEK diluar sekolah”. Sejak itulah Negara-negara mendirikan organisasi KIR, termasuk di Indonesia.

TUJUAN
Tujuan yang harus dicapai oleh anggota KIR secara individual adalah pengembangan sikap ilmiah,
kejujuran dalam memecahkan gejala alam yang ditemui dengan kepekaan yang tinggi dengan metode
yang sistematis, objektif, rasional dan berprosedur sehingga akan didapatkan kompetensi untuk
mengembangkan diri dalam kehidupan.

MANFAAT
Kelompok ilmiah Remaja (K I R) yang dikembangkan di sekolah mempunyai berbagai manfaat, antara lain sebagai berikut.

1. Manfaat Kelompok IlmiahRemaja(KIR) bagi siswa adalah
a. Membangkitkan rasa ingin tahu terhadap fenomen alam yang berhubungan dengan iptek;
b.Meningkatkan daya nalar terhadap fenomen-fenomena alam;
c.Meningkatkan data kreasi dan daya kreatif serta daya kritis;
d.Menambah wawasan terhadap iptek;
e.Meningkatkan keterampilan menguasai iptek;
f.Meningkatkan minat baca terhadap iptek;
g.Memperluas wawasan komunikasi melalui pengalaman diskusi, debat dan presentasi ilmiah;
h.Mengenal car a-cara berorganisasi;
i.Sebagai wahana untuk menempa kematangan sikap dan kepribadian;
j.Mengenal sifat-sifat ilmiah, jujur, optimis, terbuka, pemberani, toleransi, kreatif, kritis, dan
skeptis;
k. Sebagai ajang uji coba prestasi dan prestise;
l.Membuka kesempatan untuk mendapatkan prioritas melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih
tinggi.


Halaman sebelumnya: Palang Merah Remaja (PMR)
Halaman berikutnya: lingkung Seni Siswa